Senin, 02 Mei 2011

PENGINDERAAN JAUH NON-FOTOGRAFIK : SISTEM GELOMBANG MIKRO DAN SISTEM RADAR

Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga elektromagnetik pada gelombang mikro dibedakanmenjadi 2 sistem, yaitu :
A.      SISTEM PASIF
1.       Asas Penginderaan
-          Asas penginderaan pada system gelombang mikro serupa dengan penginderaan jauh system termal.
-          Sensor berupa radiometer dan penyiam
-          Panjang gelombang antar kedua system berbeda
-          Kualitas citra gelombang mikro lebih rendah dari kualitas foto udara, citra inframerah termal, dan citra radar
-          Interpretasi juga lebih sulit
2.       Sensor
1)      Radiometer gelombang mikro
ü  Radiometri adalah pengukuran radiasi elektromagnetik
ü  Radiometri gelombang mikro dibuat sangat peka dan mampu mengukur radiasi gelombang mikro yang tenaganya sangat lemah
ü  Contoh, pada panjang gelombang 20cm-30cm, tenaga gelombang mikro yang diterima oleh radiometer bagi tanah gundul sangat dipengaruhi oleh kelembaban tanah
ü  Radiometer gelombang mikro terdiri dari 3 bagian :
·         Sebuah antena penerima yang sangat peka terhadap

tenaga gelombang mikro
·         Sebuah amplifier untuk memperkuat sinyal gelombang mikro
·         Sebuah perekam dan atau penyaji data yang diterima
ü  Tenaga gelombang mikro yang digunakan pada umumnya berkisar antara panjang gelombang 1 mm hingga 30 cm
2)      Penyiam gelombang mikro
Ø  Penyiam gelombang mikro sering disebut radiometer penyiam gelombang mikro
Ø  Antenna tidak dipasang tetap melainkan bergerak untuk menyiam
Ø  Arah penyiaman tegak lurus terhadap jalur terbang
Ø  Penyiamannya dilakukan secara mekanik maupun secara elektronik
3.       Keunggulan dan Keterbatasan
Keunggulan citra gelombang mikro :
-          Dapat beroprasi pada siang maupun malam hari
-          Dapat menembus awan, bahkan hujan bagi saluran bergelombang panjang
Keterbatasan citra gelombang mikro :
-            Terletak pada resolusi spasialnya yang rendah
4.       Karakteristik Citra dan Interpretasinya
Yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas citra :
a.       Memperpanjang antenna
b.      Meningkatkan kepekaan sensor
c.       Memperbesar IFOV
( 3 cara tersebut harus dilakukan secara serentak )
Cara interpretasinya terutama mendasarkan atas suhu kinetic obyek dan nilai pancarannya yang membuahkan rona pad acitra tersebut.
5.       Penggunaan Citra Gelombang Mikro
Penggunaan citra gelombang mikro antara lain untuk :
a.       Oseanografi
ð  Digunakan untuk kekasaran permukaan air laut, salinitas air, dan suhu permukaan air
ð  Informasinya bermanfaat besra bagi pelayaran, pengelola ikan, dan prakiraan cuaca
ð  Dapat untuk mendeteksi arus laut dan pencemaran air laut
b.      Meteorology
ð  Dapat digunakan untuk menyajikan tentang kandungan uap di atmosfer
ð  Untuk menafsir profil suhu atmosfer
c.       Hidrologi
ð  Untuk mendeteksi dan mendelineasi sebaran salju
ð  Untuk menaksir profil kelembaban tanah
d.      Geologi
ð  Untuk mengindera ujud di bawah tanah
e.      Pemetaan penutup dan penggunaan lahan
f.        Kelembaban tanah
g.       Pertanian
B.      SISTEM AKTIF
§  Penginderaan jauh sisten aktif yang menggunakan tenaga peda gelombang mikro disebut penginderaan juh system radar.
§  Radar merupakan singkatan dari radio detection and ranging yang berarti mendeteksi dan menentukan jarak obyek berdasarkan gelombang radio.
§  Penginderaan jauh system radar meliputi :
a.       Asas penginderaan
-          Tenaga elektromagnetik yang digunakan di dalam penginderaan dibangkitkan pada sensor
-          Tenaga ini berupa pulsa bertenaga tinggi yang dipancarkandalam waktu sangat pendek yaitu sekitar 10-6 detik
-          Radar PPI ialah radar yang dikembangkan pada perang dunia II
-          Sensor radar PPI digunakan untuk perkiraan cuaca, pengawasa lalu lintas udara, dan pelayaran
-          Radar tersebut digunakan secara luas untuk mendeteksi jarak serta lintas pesawat terbang dan kapal, dan untuk pelayaran maupun penerbangan saat malam hari
-          Sifat obyek yang diindera dan sifat system radar dipengaruhi oleh 4 faktor :
1.       Lereng
Ø  Lereng yeng dimaksud ialah lereng permukaan secara makro atau lereng topografi daerah
Ø  Lereng yang menghadap kea rah sensor lazim disebut lereng depan, maka pantulan tenaganya lebih besar dari lereng belakangnya
Ø  Pantulan maksimum terjadi bila arah pulsa radar tegak lurus terhadap lereng depan
2.       Kekasaran permukaan
Ø  Yang mempengaruhi intensitas pantukan pulsa radar ialah kekasaran permukaan obyekyang diindera.
Ø  Kekerasan permukaan ini bersifat relatif, yaitu merupakan fungsi panjang gelombang dan sudut depresi antenanya.
Ø  Kekasaran permukaan obyek ditentukan berdasarkan kriteria Reyleigh :
                                                                                     h   <          λ
                                                       8 sin β

              h  = Beda tinggi rata2 permukaan obyek ( relief obyek )
              λ = panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan
               β = sudut depresi antena, yaitu sudut yang dibentuk oleh garis oleh arah pulsa radar ke obyek dan garis horisontal yang melalui antena radar dan tegak lurus jalur terbang

Ø  Kekerasan permukaan diukur dengan sentimeter
Ø  Semakin kecil sudut datang pulsa radar, semakin besar hambuean baliknya
Ø  Sudut datang pulsa radar dapat diabaikan bagi permukaan obyek yang sangat kasar
3.       Complex dielektric constant
Ø  Complex dielektrik constant : ukuran kemampuan sebuah benda untuk memantulkan atau meneruskan tenaga radar
Ø  Bila complex dielektrik constant-nya lebih besar maka nilai pantulannya juga lebih besar, sedang konduktivitas dan daya tembusnya menurun
Ø  Complex dielektrik constant bagi benda kering pada umumnya berkisar antara 3 hingga 8 pada gelombang radar
Ø  Nilainya bagi air mendekati 80
4.       Polarisasi
ü  Polarisasi : pengarahan vektor elektrik pada gelombang elektromagnetik menurut satu bidang datar
ü  Gelombang elektromagnetik yang tidak dipolarisasi maka vektor elektriknya mengarah secara acak
ü  Gelombang elektrik dan gelombang magnetik itu saling tegak lurus dan masing-masing bergerak maju dengan arah sumbu Z
5.       Panjang gelombang dan daya tembus pulsa radar
Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.           Daya tembus terhadap atmosfer
b.          Daya tembus terhadap permukaan tanah
ü  Hambatan atmosfer terbesar dialami oleh pulsa radar yang bergelombang pendek
ü  Pulsa radar saluran X dapat menembus kabut, debu, awan, dan semua hambatan atmosfer kecuali hujan lebat
ü  Pulsa radar saluran Ka dapat menembus beberapa jenis awan, akan tetapi hujan dan awan tebal memantulkannya
ü  Pulsa radar saluran L sering disebut berkemampuan pada segala cuaca karena ia dapat menembus pada segala hambatan atmosfer termasuk hujan lebat
ü  Citar radar saluran X, C, dan L banyak digunakan di daerah tropik yang selalu tertutup awan dan sering merupakan data tunggal bagi beberapa daerah semacam itu
ü  Daya tembus semakin besar bagi panjang gelombang yang semakin besar
6.       Arah pengamatan antena dan arah obyek
·         Arah atau sudut pengamatan antena (antenna look angle) dalam hubungannya dengan arah obyek besar sekali pengaruhnya terhadap pantulan gelombang radar
·         Sudut yang terbentuk oleh 2 arah ini berkisar dari 0° hingga 90°
·         Citra radar yang arah pengamatannya beraneka dapat meningkatkan kemampuannya untuk menyajikan data
·          

2 komentar: