Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga elektromagnetik pada gelombang mikro dibedakanmenjadi 2 sistem, yaitu :
A. SISTEM PASIF
1. Asas Penginderaan
- Asas penginderaan pada system gelombang mikro serupa dengan penginderaan jauh system termal.
- Sensor berupa radiometer dan penyiam
- Panjang gelombang antar kedua system berbeda
- Kualitas citra gelombang mikro lebih rendah dari kualitas foto udara, citra inframerah termal, dan citra radar
- Interpretasi juga lebih sulit
2. Sensor
1) Radiometer gelombang mikro
ü Radiometri adalah pengukuran radiasi elektromagnetik
ü Radiometri gelombang mikro dibuat sangat peka dan mampu mengukur radiasi gelombang mikro yang tenaganya sangat lemah
ü Contoh, pada panjang gelombang 20cm-30cm, tenaga gelombang mikro yang diterima oleh radiometer bagi tanah gundul sangat dipengaruhi oleh kelembaban tanah
ü Radiometer gelombang mikro terdiri dari 3 bagian :
· Sebuah antena penerima yang sangat peka terhadap
tenaga gelombang mikro
tenaga gelombang mikro
· Sebuah amplifier untuk memperkuat sinyal gelombang mikro
· Sebuah perekam dan atau penyaji data yang diterima
ü Tenaga gelombang mikro yang digunakan pada umumnya berkisar antara panjang gelombang 1 mm hingga 30 cm
2) Penyiam gelombang mikro
Ø Penyiam gelombang mikro sering disebut radiometer penyiam gelombang mikro
Ø Antenna tidak dipasang tetap melainkan bergerak untuk menyiam
Ø Arah penyiaman tegak lurus terhadap jalur terbang
Ø Penyiamannya dilakukan secara mekanik maupun secara elektronik
3. Keunggulan dan Keterbatasan
Keunggulan citra gelombang mikro :
- Dapat beroprasi pada siang maupun malam hari
- Dapat menembus awan, bahkan hujan bagi saluran bergelombang panjang
Keterbatasan citra gelombang mikro :
- Terletak pada resolusi spasialnya yang rendah
4. Karakteristik Citra dan Interpretasinya
Yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas citra :
a. Memperpanjang antenna
b. Meningkatkan kepekaan sensor
c. Memperbesar IFOV
( 3 cara tersebut harus dilakukan secara serentak )
Cara interpretasinya terutama mendasarkan atas suhu kinetic obyek dan nilai pancarannya yang membuahkan rona pad acitra tersebut.
5. Penggunaan Citra Gelombang Mikro
Penggunaan citra gelombang mikro antara lain untuk :
a. Oseanografi
ð Digunakan untuk kekasaran permukaan air laut, salinitas air, dan suhu permukaan air
ð Informasinya bermanfaat besra bagi pelayaran, pengelola ikan, dan prakiraan cuaca
ð Dapat untuk mendeteksi arus laut dan pencemaran air laut
b. Meteorology
ð Dapat digunakan untuk menyajikan tentang kandungan uap di atmosfer
ð Untuk menafsir profil suhu atmosfer
c. Hidrologi
ð Untuk mendeteksi dan mendelineasi sebaran salju
ð Untuk menaksir profil kelembaban tanah
d. Geologi
ð Untuk mengindera ujud di bawah tanah
e. Pemetaan penutup dan penggunaan lahan
f. Kelembaban tanah
g. Pertanian
B. SISTEM AKTIF
§ Penginderaan jauh sisten aktif yang menggunakan tenaga peda gelombang mikro disebut penginderaan juh system radar.
§ Radar merupakan singkatan dari radio detection and ranging yang berarti mendeteksi dan menentukan jarak obyek berdasarkan gelombang radio.
§ Penginderaan jauh system radar meliputi :
a. Asas penginderaan
- Tenaga elektromagnetik yang digunakan di dalam penginderaan dibangkitkan pada sensor
- Tenaga ini berupa pulsa bertenaga tinggi yang dipancarkandalam waktu sangat pendek yaitu sekitar 10-6 detik
- Radar PPI ialah radar yang dikembangkan pada perang dunia II
- Sensor radar PPI digunakan untuk perkiraan cuaca, pengawasa lalu lintas udara, dan pelayaran
- Radar tersebut digunakan secara luas untuk mendeteksi jarak serta lintas pesawat terbang dan kapal, dan untuk pelayaran maupun penerbangan saat malam hari
- Sifat obyek yang diindera dan sifat system radar dipengaruhi oleh 4 faktor :
1. Lereng
Ø Lereng yeng dimaksud ialah lereng permukaan secara makro atau lereng topografi daerah
Ø Lereng yang menghadap kea rah sensor lazim disebut lereng depan, maka pantulan tenaganya lebih besar dari lereng belakangnya
Ø Pantulan maksimum terjadi bila arah pulsa radar tegak lurus terhadap lereng depan
2. Kekasaran permukaan
Ø Yang mempengaruhi intensitas pantukan pulsa radar ialah kekasaran permukaan obyekyang diindera.
Ø Kekerasan permukaan ini bersifat relatif, yaitu merupakan fungsi panjang gelombang dan sudut depresi antenanya.
Ø 

Kekasaran permukaan obyek ditentukan berdasarkan kriteria Reyleigh :
h = Beda tinggi rata2 permukaan obyek ( relief obyek )
λ = panjang gelombang elektromagnetik yang digunakan
β = sudut depresi antena, yaitu sudut yang dibentuk oleh garis oleh arah pulsa radar ke obyek dan garis horisontal yang melalui antena radar dan tegak lurus jalur terbang
Ø Kekerasan permukaan diukur dengan sentimeter
Ø Semakin kecil sudut datang pulsa radar, semakin besar hambuean baliknya
Ø Sudut datang pulsa radar dapat diabaikan bagi permukaan obyek yang sangat kasar
3. Complex dielektric constant
Ø Complex dielektrik constant : ukuran kemampuan sebuah benda untuk memantulkan atau meneruskan tenaga radar
Ø Bila complex dielektrik constant-nya lebih besar maka nilai pantulannya juga lebih besar, sedang konduktivitas dan daya tembusnya menurun
Ø Complex dielektrik constant bagi benda kering pada umumnya berkisar antara 3 hingga 8 pada gelombang radar
Ø Nilainya bagi air mendekati 80
4. Polarisasi
ü Polarisasi : pengarahan vektor elektrik pada gelombang elektromagnetik menurut satu bidang datar
ü Gelombang elektromagnetik yang tidak dipolarisasi maka vektor elektriknya mengarah secara acak
ü Gelombang elektrik dan gelombang magnetik itu saling tegak lurus dan masing-masing bergerak maju dengan arah sumbu Z
5. Panjang gelombang dan daya tembus pulsa radar
Dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Daya tembus terhadap atmosfer
b. Daya tembus terhadap permukaan tanah
ü Hambatan atmosfer terbesar dialami oleh pulsa radar yang bergelombang pendek
ü Pulsa radar saluran X dapat menembus kabut, debu, awan, dan semua hambatan atmosfer kecuali hujan lebat
ü Pulsa radar saluran Ka dapat menembus beberapa jenis awan, akan tetapi hujan dan awan tebal memantulkannya
ü Pulsa radar saluran L sering disebut berkemampuan pada segala cuaca karena ia dapat menembus pada segala hambatan atmosfer termasuk hujan lebat
ü Citar radar saluran X, C, dan L banyak digunakan di daerah tropik yang selalu tertutup awan dan sering merupakan data tunggal bagi beberapa daerah semacam itu
ü Daya tembus semakin besar bagi panjang gelombang yang semakin besar
6. Arah pengamatan antena dan arah obyek
· Arah atau sudut pengamatan antena (antenna look angle) dalam hubungannya dengan arah obyek besar sekali pengaruhnya terhadap pantulan gelombang radar
· Sudut yang terbentuk oleh 2 arah ini berkisar dari 0° hingga 90°
· Citra radar yang arah pengamatannya beraneka dapat meningkatkan kemampuannya untuk menyajikan data
·
wkwkwk.,
BalasHapusterimakasih
BalasHapus